>

>

Pahami 13+ Istilah SEO Ini, dan Tingkatkan Strategimu ke Level Berikutnya!

Pahami 13+ Istilah SEO Ini, dan Tingkatkan Strategimu ke Level Berikutnya!

Bismillah, sampurasun sadayana, kumaha daramang? SEO (Search Engine Optimization) mungkin…


Fadhil Dzikri Avatar

Bismillah, sampurasun sadayana, kumaha daramang?

SEO (Search Engine Optimization) mungkin terdengar kompleks, terutama bagi pemula.

Tapi tenang, buat kamu yang pengin atau sedang belajar SEO gak perlu khawatir! Dengan memahami istilah-istilah penting dalam SEO, kamu bisa lebih percaya diri dalam mengoptimalkan website dan meraih peringkat tinggi di mesin pencari.

Yuk, kita bedah istilah-istilah SEO yang wajib kamu tahu!

Istilah Dasar dalam SEO

  1. SEO (Search Engine Optimization): Cara untuk membantu website agar mudah ditemukan di mesin pencari.
  2. SERP (Search Engine Results Page): Halaman hasil pencarian di mesin pencari.
  3. Keyword: Kata atau frasa yang digunakan user untuk mencari sesuatu di mesin pencari.
  4. On-Page SEO: Optimasi elemen di dalam website seperti judul, heading, dan konten.
  5. Off-Page SEO: Aktivitas SEO di luar website, seperti backlink building dan share link via Socmed.
  6. Backlink: Tautan dari website lain yang mengarah ke website kamu.
  7. URL (Uniform Resource Locator): Alamat halaman di internet.
  8. Meta Title: Judul halaman yang muncul di SERP.
  9. Meta Description: Ringkasan singkat tentang halaman yang muncul di bawah judul di SERP.

Teknis SEO

  1. Crawling: Proses di mana bot mesin pencari menjelajahi website untuk menemukan konten baru.
  2. Indexing: Proses penyimpanan konten dalam database mesin pencari.
  3. Ranking: Posisi website di hasil pencarian.
  4. Sitemap: Peta navigasi website yang membantu mesin pencari menemukan semua halaman penting.
  5. Robots.txt: File yang memberi instruksi kepada bot mesin pencari tentang halaman yang boleh atau tidak boleh di-crawl.
  6. Canonical Tag: Tag untuk menghindari duplikasi konten dengan menunjukkan URL utama ke mesin pencari.
  7. Alt Text: Deskripsi gambar untuk membantu mesin pencari memahami konten visual.
  8. Orphan Page: Halaman di website yang tidak memiliki internal link dari halaman lain, sehingga sulit ditemukan oleh mesin pencari maupun pengunjung.

    Baca juga: Apakah Orphan Page Diam-Diam Merusak SEO Website Kamu?
  9. Schema Markup: Kode khusus untuk memberikan informasi tambahan kepada mesin pencari.
  10. XML Sitemap: Versi XML dari sitemap yang digunakan khusus untuk mesin pencari.
  11. Redirect (301/302): Pengalihan dari satu URL ke URL lain.

Istilah Terkait Konten

  1. LSI Keyword (Latent Semantic Indexing): Kata kunci yang relevan dengan keyword utama.
  2. Keyword Density: Persentase jumlah keyword dalam konten dibandingkan total kata.
  3. Content Gap: Kekurangan konten yang bisa menjadi peluang untuk menarik traffic.
  4. Thin Content: Konten dengan nilai informasi rendah atau minim kualitas.
  5. Cornerstone Content: Artikel utama yang menjadi pusat informasi pada suatu topik.
  6. Evergreen Content: Konten yang relevan sepanjang waktu.
  7. Duplicate Content: Konten yang sama di dua atau lebih URL berbeda.
  8. Content Optimization: Proses memperbaiki kualitas konten agar lebih SEO-friendly.
  9. Content Silos: Struktur pengelompokan konten yang terorganisir untuk meningkatkan relevansi topik.
  10. CTR (Click-Through Rate): Persentase orang yang mengklik link di hasil pencarian.

Pengalaman Pengguna (Page Experience)

  1. Bounce Rate: Persentase pengunjung yang meninggalkan website setelah membuka satu halaman.
  2. Time on Page: Waktu rata-rata yang dihabiskan pengunjung di halaman tertentu.
  3. Page Speed: Kecepatan loading halaman website.
  4. Mobile-Friendly: Kemampuan website menyesuaikan tampilannya di perangkat seluler.
  5. Core Web Vitals: Metode pengukuran Google untuk menilai pengalaman pengguna (LCP, INP, CLS).
  6. User Intent: Maksud di balik pencarian pengguna, seperti mencari informasi, membeli, atau menavigasi.
  7. Navigation: Struktur menu dan tautan internal untuk membantu pengunjung menemukan konten.
  8. Internal Linking: Tautan antar halaman di dalam website.
  9. Breadcrumbs: Navigasi tambahan untuk menunjukkan lokasi pengguna di website.
  10. UX (User Experience): Pengalaman keseluruhan pengguna saat berinteraksi dengan website.

Strategi SEO Lanjutan

  1. Keyword Research: Proses menemukan kata kunci terbaik untuk ditargetkan.
  2. Competitive Analysis: Analisis strategi SEO kompetitor.
  3. Anchor Text: Teks yang digunakan sebagai tautan dalam hyperlink.
  4. Domain Authority (DA): Skor kredibilitas website dari MOZ.
  5. Page Authority (PA): Skor kredibilitas untuk halaman tertentu.
  6. Black Hat SEO: Teknik SEO yang melanggar aturan mesin pencari.
  7. White Hat SEO: Teknik SEO yang sesuai dengan pedoman mesin pencari.
  8. Grey Hat SEO: Gabungan teknik legal dan ilegal dalam SEO.
  9. Link Building: Proses mendapatkan backlink dari website lain.
  10. Penalty: Hukuman dari mesin pencari karena melanggar pedoman, yang biasanya menurunkan peringkat website.

Kesimpulan

Dengan memahami istilah-istilah SEO di atas, kamu bisa lebih percaya diri dalam mengoptimalkan website.

SEO itu menurut saya challenging, tapi dengan wawasan yang cukup, kamu bisa kok melangkah lebih jauh dan mendapatkan hasil maksimal.

Sudah familiar dengan istilah-istilah di atas? Kalau ada yang ingin ditambahkan atau ditanyakan, yuk, tulis di kolom komentar! Jangan lupa terus upgrade ilmu SEO kamu untuk hasil yang lebih baik.

Fadhil Dzikri Avatar

Digital Marketing Enthusiast

Saya seorang Digital Marketing Enthusiast dari Bandung, Indonesia yang berfokus pada Growth Business Specialist with SEO. Saya memiliki pengalaman sejak 2009 pada bidang SEO.

From Bandung, Indonesia

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ARTIKEL TERBARU



Contact Me

Let’s Work Together

Mari berkolaborasi bersama Saya