Banyak lulusan Bootcamp SEO yang saya temukan, tapi sering mengabaikan salah satu hal paling penting, namun memiliki dampak besar terhadap performa website.
Pernah dengar tentang orphan page kan? Jika belum, jangan khawatir! saya akan membahas secara mendalam apa itu orphan page, penyebabnya, dampaknya terhadap SEO, dan tentu saja, bagaimana cara mengatasinya.
Apa Itu Orphan Page?
Orphan page adalah halaman website yang tidak memiliki Internal Link dari halaman lain di website tersebut.
Dengan kata lain, halaman ini seperti “terlantar alias JOMBLO” hahaha, karena tidak terhubung dengan struktur internal website, sehingga sulit ditemukan oleh pengunjung maupun mesin pencari.
Mengapa Orphan Page Bisa Terjadi?
Ada beberapa alasan mengapa orphan page muncul, di antaranya:
- Pembuatan halaman baru tanpa internal linking
Beberapa dari kita ketika membuat halaman baru, lupa memberikan internal link ke halaman lain yang relevan atau terkadang, halaman baru tersebut dibiarkan begitu saja tanpa dibuat internal link-nya ketika sudah dibuat dari halaman lama ke halaman baru. - Perubahan struktur website
Saat melakukan pembaruan atau restrukturisasi, beberapa internal link bisa saja terhapus, sehingga halaman tertentu menjadi “JOMBLO.” - Tidak UPDATE konten lama
Artikel atau halaman lama sering kali diabaikan oleh kamu, karena kamu tidak mencatat artikel atau halaman apa saja yang telah kamu buat, sehingga tidak lagi terhubung dengan konten yang lebih baru. - Kesalahan Teknis
Masalah teknis seperti kesalahan dalam peta situs (sitemap) atau penggunaan pengaturan noindex yang tidak tepat juga bisa menyebabkan orphan page.

Dampak Orphan Page terhadap SEO
Orphan page memiliki beberapa dampak negatif pada performa SEO website kamu:
- Sulit Diindeks oleh Mesin Pencari
Mesin pencari seperti Google mengandalkan tautan internal untuk menemukan dan mengindeks halaman. Tanpa internal link, halaman tersebut mungkin tidak akan terindeks. - Bad Experience untuk User
Pengunjung tidak dapat menemukan halaman ini melalui navigasi website, yang akhirnya dapat menurunkan engagement dan meningkatkan bounce rate. - Mengurangi Authority Halaman
Halaman yang tidak memiliki internal link akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan otoritas dari halaman lain di website. - Menghambat Strategi SEO
Tanpa dukungan internal linking, halaman ini tidak bisa memberikan kontribusi maksimal terhadap Goals SEO kamu.
Cara Mengidentifikasi Orphan Page
Untuk menemukan orphan page di situs kamu, berikut langkah-langkahnya:
- Gunakan Google Search Console
Periksa halaman yang sudah diindeks oleh Google, lalu bandingkan dengan daftar halaman di website kamu. - Audit dengan Tools SEO
Gunakan tools seperti Screaming Frog, Ahrefs, atau SEMrush untuk mengidentifikasi halaman tanpa internal links. - Cek Sitemap
Pastikan semua halaman penting tercantum di sitemap XML dan terhubung ke struktur website. - Analisis Manual
Lakukan pemeriksaan manual pada struktur navigasi dan daftar internal link di website kamu.
Cara Mengatasi Orphan Page
Setelah menemukan orphan page, inilah langkah-langkah untuk mengatasinya:
- Tambahkan Internal Linking
Cari halaman di website kamu yang relevan dan tambahkan tautan ke orphan page tersebut. Gunakan anchor text yang sesuai untuk meningkatkan relevansi. - Update Navigasi Website
Pastikan orphan page terhubung ke menu utama, kategori, atau breadcrumb navigation agar lebih mudah diakses. - Perbarui Konten Lama
Revisi artikel lama dengan menambahkan internal link ke orphan page yang relevan. - Gunakan Redirect (Jika Diperlukan)
Jika halaman tersebut tidak lagi relevan, pertimbangkan untuk melakukan redirect ke halaman lain yang lebih sesuai. - Perbarui Sitemap
Pastikan orphan page dimasukkan ke dalam sitemap XML untuk membantu mesin pencari menemukannya.
Kesimpulan
Orphan page mungkin terlihat seperti masalah kecil, tetapi dampaknya terhadap SEO dan pengalaman pengguna bisa sangat besar, loh.
Dengan memahami apa itu orphan page, penyebabnya, dan cara mengatasinya, kamu dapat meningkatkan struktur internal website dan memastikan semua halaman berfungsi optimal.
Sekarang giliran kamu! Yuk, mulai audit website kamu untuk mencari orphan page.
Kalau punya pengalaman atau pertanyaan tentang orphan page, bagikan di kolom komentar ya. Jangan lupa, terus tingkatkan performa website kamu untuk hasil yang lebih maksimal!







Leave a Reply